Ragam dan Jenis Puisi

Dalam pemahaman puisi, hal yang dipandang erat hubungannya adalah jenis puisi itu sendiri dan sudut pandang penyair.

Puisi Esai

Puisi esai adalah gabungan dari dua bentuk tulisan, yakni puisi dan esai. Bila dijabarkan, maka puisi esai memiliki dua bentuk pemahaman, yang pertama adalah puisi yang berbentuk esai, atau yang kedua adalah esai yang memiliki nafas puisi.
Contoh puisi esai selanjutnya dapat kita lihat dalam puisi-puisi karangan Denny JA, sebagai salah satu penulis yang mencoba mempopulerkan genre puisi tersebut dalam buku Atas Nama Cinta, di dalamnya terdapat lima puisi yang cukup panjang yang –menurut kriteria yang dikemukakan untuk lomba -minimal terdiri dari 10,000 karakter, cukup panjang bukan?
Tema yang coba ditengahkan dalam puisi-puisi esai adalah tema yang kritis, salah satunya adalah tema sosial. Tema yang diangkat dari fenomena sosial merupakan salah satu tema yang banyak diangkat dalam puisi esai tersebut, di mana realita sosial menjadi acuannya  dan dijadikan sebagai catatan kaki. Catatan kaki ini berfungsi menjelaskan kepada pembaca bahwa peristiwa-peristiwa yang diketengahkan merupakan fakta.
Isi dari puisi esai tidak harus disajikan secara faktual, namun tetap menyajikan unsur puitis dalam bahasanya, karena pusis esai juga termasuk ke dalam jenis tulisan fiksi. Kriteria lain yang diharapkan muncul dalam puisi esai ini adalah bahasa yang komunikatif, di mana keindahan bahasa bukan hanya dilihat dari permainan kata-kata, penggunaan rima, majas, dan unsur-unsur lain yang banyak dipakai dalam puisi pada umumnya, tetapi juga dipandang dari sisi kejelasan makna, khususnya bagi para pembaca. Pencapaian puisi esai adalah dapat dipahami oleh masyarakat secara luas.
Harapan tersebut muncul disebabkan oleh banyaknya puisi bagus yang hanya dipahami oleh penulisnya sendiri, atau paling tidak oleh sesama penyair. Sedangkan masyarakat dengan berbagai macam latar lainnya banyak yang kurang memahaminya.
Pengertian yang tertera di atas merupakan usaha pemahaman  bebas dari saya, setelah setidaknya membaca artikel-artikel yang berkaitan dan tentunya beberapa puisi esai yang disuguhkan dalam media-media jaringan. Berikut akan kami suguhkan berupa tautan*, satu contoh puisi esai guna pemahaman lebih dalam oleh para pembaca sekalian.

Romi dan Yuli dari Cikeusik, oleh Denny JA

sumber: puisiesai

*puisinya agak panjang

Licentia Poetica – Aspek Tata Bahasa dalam Sajak

Licentia poetica atau poetic license (Ing.) diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi kebebasan sastrawan, terutama penyair. Kebebasan itu diartikan sebagai sesuatu kebebasan yang diberikan kepada sastrawan untuk memanipulasi penggunaan bahasa untuk menimbulkan efek tertentu dalam karyanya. Contohnya dalam menciptakan anakronisme, sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataan. Dengan  anakronisme, sastrawan melukiskan sesuatu seolah-olah memang pernah terjadi, padahal kalau dilihat melalui sejarah, sesuatu itu tidak ada. Namun kebebasan sastrawan tidak hanya dalam bentuk anakronisme. Kebebasan mereka sampai kepada penggunaan bahasa yang tidak sesuai dengan kaidah tata bahasa. (more…)

Kecendrungan Puisi Mutakhir Indonesia

Ini adalah sebuah ringkasan mengenai kecendrungan para penyair dalam melakukan penyimpangan tema dan bahasa yang nampaknya terasa begitu kuat pada penyair-penyair mutakhir. Tema puisi yang biasanya dikaitkan dengan hal yang sublim, yang halus, yang luhur, yang menghindari kata tabu, akhir-akhir ini melepaskan ikatan itu. Banyak penyimpangan yang dilakukan penyair sebagai wujud ekspresi kreativitasnya. Bentuk tipografi konvensional juga banyak ditinggalkan, sekalipun masih banyak juga penyair yang mempertahankan tipografi konvensional. (more…)

Letak Perbedaan Sajak dan Puisi

Dalam bahasa Yunani dikenal istilah “poeima” membuat atau “poesis” pembuatan, dan dalam bahasa inggris disebut ”poem” atau “poetry”. Puisi diartikan “membuat” dan “pembuatan” karena lewat puisi pada dasarnya seorang pembuat puisi telah menciptakan suatu dunia tersendiri. Dalam bahasa Belanda dikenal kata poezie dan istilah gedicht yang berarti sajak. Dalam bahasa Indonesia hanya dikenal istilah sajak yang berarti poezie maupun gedicht. Istilah puisi cenderung digunakan untuk berpasangan dengan istilah prosa, seperti istilah poetry dalam bahasa Inggris yang dianggap sebagai salah satu nama jenis sastra. Jadi, istilah puisi lebih bersifat general, jenisnya, sedangkan sajak bersifat khusus jika ditinjau dari sudut etimologis. (more…)

Puisi Imajis

Puisi imajis mengandung makna bahwa puisi itu sarat dengan imaji (visual, auditif, dan taktil) atau mendayagunakan imaji sebagai kekuatan literernya. Imaji bisa dimanfaatkan sebagai rasa (kesatuan makna kata), metafora (perbandingan makna kata), maupun sebagai muatan utama sebuah puisi (Banua, 2004). Selanjutnya ditambahkan oleh Banua, agar imajinasi bisa maksimal, diperlukan keberanian membangun dimensi makna lewat perumpamaan yang tidak lazim, memperlawankan, atau mempersandingkan dengan kata atau imaji lain yang luas dan kreatif. Menurut analisis Banua (2004) dan Abdul Wachid B.S. (2005:23), puisi-puisi yang ditulis oleh Sapardi Djoko Damono adalah salah satu contoh puisi imajis. Berikut adalah salah satu contoh puisinya. (more…)

Puisi Mbeling

Puisi mbeling pertama kali populer di Indonesia pada tahun 1970-an. “Puisi mbeling” adalah nama yang diberikan oleh pengasuh rubrik puisi dalam majalah Aktuil untuk sajak-sajak yang dimuat dalam majalah itu (Soedjarwo, 2001:1). Hal yang mendorong lahirnya puisi mbeling antara lain ialah tidak imbangnya antara hasrat dan kreativitas anak-anak muda dalam menulis puisi dengan majalah kesusastraan yang tersedia. Puisi mbeling kala itu juga sering disebut dengan puisi pop, puisi lugu, atau puisi awam. (more…)

Puisi Lama dan Puisi Baru

Di sini akan dijelaskan sedikit mengenai Puisi Lama dan Puisi Baru yang banyak dipelajari di buku-buku pelajaran sekolah. Mengapa dikategorikan sebagai puisi lama atau puisi baru, itu didasari dari ciri-ciri karya puisi tersebut. Puisi lama lebih terikat dengan aturan-aturan yang ada dalam pembuatannya, seperti: jumlah kata dalam satu baris, jumlah baris dalam bait, persajakan atau rima, banyak suku katanya di setiap barisnya maupun irama puisi itu sendiri. (more…)