Puisi-puisi

Kumpulan Puisi-puisi yang pernah aku buat…

Rasa itu Sepi

Sambil terus memungut
senyum-senyum kebahagiaan
orang lain dan mencoba
bersusah-payah menempelkan
semua di bibir mungilnya,
ia pun bernyanyi dan menari.
Ia tak mau lagi bersedih hati,
di situlah rasa begitu sunyi.

Advertisements

Irisan Kecil

Pisau apa ini ayah?
itu mimpimu nak..
mengapa dua sisinya
sama tajamnya?
itu mimpimu nak..
Ayah, kenapa pisau ini
tak ada gagangnya?
Bagaimana ku
menggenggamnya?
Mengapa aku harus
menggunakannya ayah?
Ayah, tanganku terluka..
Ayah, darahnya banyak..
Ayah, sakit..

“Itu mimpimu nak..”,
air mata sang ayah
terus dan terus mengalir,
membasuh luka sang anak
yang amat-teramat nyata.

Terlalu Sepi

Dalam sepi, sunyi..
malam hari
Lalu mulai melipatnya
membungkusnya
rapat dan pasti
disimpannya
dalam peti besi
dan begitu banyak
kunci..
Lalu dikuburnya
dalam-dalamnya
lebih dalam dari
apa-apa yang terkubur
sebelumnya
sebelum hilang
lantas disebut mati..
Peti itu tak mati
yang mati yang ada
di dalam-dalamnya
lebih dalam dari hati
yang pelan terkunci
rapat dan pasti?
Hilanglah kunci
lalu sepi, sunyi..
beranjak pagi
mulailah ia menggali.

Baru Ganti

waktu habis, berganti
sungai tak surut lagi
tak pula ruah, sudah
reda hujan saat ini
yang tadi-tadi
tak lagi di tepi
kini hiruk, dalam
tawa dan nyala
ada dalam nada
atau hening sahaja
semua satu dalam waktu
waktu yang sekedar
habis dan berganti,
mari sapa yang baru