Diawali Aku

Aku meninggalkan suara
dengan memejamkan mata…
dan aku bertanya-tanya
apakah aku bisa,
menukar bayang-bayang
dengan kebisingan?

Di hatiku terlalu sepi
hanya ditinggali segelintir
para pencerita tanpa suara
dan satu-dua penjaga istana

Istana?
ya, istana tempat para harapan berpesta
sebelum akhirnya mati nanti
terpancung oleh asumsi-asumsi
dan menjelma menjadi bayang-bayang
lagi.

Bukankah itu sedih sekali?
tidak juga,
bila saja bisa kutukar bayang-bayang
dengan sedikit kebisingan
aku bisa membuka kembali
mata yang terpejam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s