Kamar

Saat ruang mulai merekam
dimulai dari resah yang sendiri
bernafas dalam bau yang sepi
ditemani sebuah lampu yang bisu
kamar kosku

Semua terkisah di sini
dari bunyi kipas angin yang dipacu
hingga suara kipas di CPU
hingga suara-suara mobil di depan itu
masih begitu

Ramai seperti itu
damai untuk dirindu
tempat aku menemukan diriku
menangis tanpa perlu ada yang tahu
tertawa tidak dengan malu-malu
dan diam, menyendiri tak peduli…

Rekaman itu seperti diputar waktu
dinyanyikan di sisa-sisa malam sepi
namun, suara itu lekas berlalu
menyisakan jejak-jejak senyum di wajahku

aku ingin tidur di kamar kosku
seperti dulu,
sekali lagi…
setelah sekali terakhir tadi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s