Surat Separuh Selesai

Memang belahan badanku
yaitu kertas, yang remuk
di kemarin sore, dan pergi
terbawa keyakinannya…
surat di situ tidak pun selesai
hanya selamat pembuka
dan awalan-awalan baku.
Tak sebegitu hormat, jika
hanya sanjungan, bila
hanya ramuan pendulang
mata-mata senyuman
Jelas hanya terbaring, dan
menunggu seperti lemah
apa memang terpikirkan
seperti yang sebaiknya
terpikirkan?
Mungkin tidak,
mungkin seperti nisan tak bernama,
atau, atau dinding yang tak berwarna?
yang semakin enggan dan bosan
bila berjejer minta diperhatikan
Bisa iya,
menjadi burung camar, yang katanya
lebih senangnya menari, dari pada
bernyanyi…
tapi, salam penutup sudah tercantum
meski maksud, belum habis terminum
dan, harap tak lepas senyum.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s