Semestinya

Tidak ada yang semestinya,
seperti hidup dan bahagia,
atau aku dan benar, atau
kamu
semua tidak dalam satu bingkai
dan memperebutkannya ruang
atau hilang, atau
barangkali memuja tujuan
sehingga lupa dengan
kepasrahan
Yang semestinya adalah semestaNya
bukan keinginan lantas kesempurnaan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s