Elegi Sinta

aku sinta yang urung membakar diri.
demi darah suci
bagi lelaki paling pengecut bernama rama.
lalu aku basuh tubuhku, dengan darah hitam.
agar hangat gelora cintaku.
tumbuh di padang pendakian yang paling hina.

kuburu rahwana,
dan kuminta ia menyetubuhiku nafasku
menuju kehampaan langit.
kubiarkan terbang, agar tangan yang
takut dan kalah itu tak mampu menggapaiku.

siapa bilang cintaku putih? mungkin abu,
atau bahkan segelap hidupku.
tapi dengarlah ringkikku yang indah.
mengosongkan segala yang keramat dan abadi.

kuraih hidupku, tidak dalam api
rumah bagi para pendosa.
tapi dalam kedunyian yang siasia dan papa.
agar sejarah terpisah dari para penakut
dan pendusta. rama….

Prambanan, 2002

Oleh:
Dorothea Rosa Herliany
Dalam bukunya yang berjudul “Santa Rosa”, penerbit Indonesia Tera, Yogyakarta.

Sumber:nyanyianbahasa dan puisisaja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s