Setarik Teh

Yang di cangkir ini, hari ini
adalah hari sehari. Datang
merambang petang,  pergi
mengabut pagi. Kita terima,
hari yang tak akan sempurna.

Dari kuala cangkir, ke muara
bibir. Lidah kita memetik
buah buih. Aku reguk dengan
pejam, kau teguk dengan takzim.

Aku kenang engkau ganih
gading, lemak susu, lembut
dari ambing yang lunak, yang
melembut dan melembutkan
lidahku: fasih menyebut namamu.

2 Desember 2011
Hasan Aspahani
Sejuta Puisi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s