Sahabat

Sahabat,
kau telah menceraikan
keheningan yang setia bersama
dan membuat senyum ini ada.
Kau telah mencuri
gudang-gudang kesetiaanku
dan mengundangku
dalam pesta penuh terima kasihmu…
Hei!
di mana kau menyembunyikannya?
Kata “tidak” yang biasanya sering kugunakan untukmu!

Sahabat,
maaf bila aku hanya menjadi aku…
bukan bayang-bayang
yang terus membawa seribu kejutan!
Atau,
badut yang suka melucu,
atau mungkin
pesulap,
psikolog,
seorang ustad,
seorang dokter!
Aku hanya teman,
yang berani bertaruh
untuk melihatmu bahagia.

Sahabat,
jangan sungkan membuatku kecewa,
jangan enggan kau tuk tidak pedulikan aku…
karena sahabat…
Kau juga berhak mendekap harapanmu,
dan bukan ke arahmu lah jariku menunjuk menyalahkan…
harap diri ini maklum,
karena sahabat berhak suarakan maaf!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s