Temaram senja di sebuah Bandara

Jauhkah perjalanan-perjalanan ini.
tidak!
Cuman selenggang kita berjalan
pada bunga bersemi aku pernah bertanya sendiri,
dan pada lagu yang melembut jadi melodi,

Aku tidak ingin kita bagai matahari rembulan
berlarian sepanjang waktu untuk mencoba berpelukan
tidak akan pernah bisa kesampaian,
Aku ingin kita bagai laut dan langit biru,
saling berkaca dan saling memberi warna,

kenapa
Senja terlalu cepat menjadi sunyi dan kelam
kenapa
Merah sinarmu tak kutemukan di waktu lalu
hingga bisa kunikmati segenap senyum, wajah, tubuh,
dan hatimu,
tapi, bukankah hidup penuh jalinan yang asing dan rahasia

Bandara selaparang, mataram NTB
arif gumantia

Puisi ini secara tidak sengaja saya temukan di Facebook Page arif gumantia, yang saya sendiri juga tidak begitu kenal, namun puisi-puisinya sangat menarik dan indah, sehingga ingin sekali saya terbitkan dalam blog saya ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s