Puisi

tak usah terlalu dipusingkan
bagaimana cara menulis puisi
cukup dengan pena di tangan
berjongkok di taman

ada daun jatuh tulis
ada rumput menghijau tulis
ada tanah terbakar tulis
ada anak pitik terjatuh dari sarangnya tulis
ada bau mesiu tulis
tulis tulis tulis
ada hujan tulis
ada titik titik terang tulis
lalu adu dengan suara kelepak
dan telapak kaki kuda sedikit
cukup cukup cukup

nah ini adalah puisi
dalam puisi ini ada bunyi
bunyi kecapi atau cemeti itu tak penting
dalam puisi ini juga ada bau
bau ubi bakar atau babi panggang
itu juga tak penting
tapi ini puisi berbunyi: thaaang….

Saut Sitompul 1978, ada di dalam buku yang berisi puisi-puisinya berjudul: “Tulis!”

Saut Sitompul adalah salah satu penyair puisi yang dengan bangga berkata, “Puisiku bukan berada di galeri-galeri atau gedung-gedung penuh orang-orang wangi. puisiku akan kubacakan di biskota-biskota.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s