Alegori

Puisi sering mengungkapkan cerita yang isinya dimaksudkan untuk memberikan nasihat tentang budi pekerti dan agama. Jenis alegori yang terkenal adalah parable yang juga disebut dongeng perumpamaan. Dalam kitab suci banyak kita jumpai dongeng-dongeng perumpamaan yang maknanya dapat kita cari dibalik yang tersurat. Puisi “Teratai” karya Sanusi Pane boleh dikatakan sebagai puisi alegori, karena kisah bunga teratai itu digunakan untuk mengisahkan tokoh pendidikan. Kisah tokoh pendidikan yang dilukiskan sebagai teratai itu digunakan untuk memberi nasihat kepada generasi muda agar mencontoh teladan ‘teratai’ itu. Cerita berbingkai seperti Panca Tantra, 1001 Malam, Bayan Budiman dan Hikayat Bachtiar juga dapat diklasifikasikan sebagai parable.

Teratai

 Dalam kebun di tanah airku
 Tumbuh sekuntum bunga teratai;
 Tersembunyi kembang indah permai,
 Tidak terlihat orang yang lalu.
 Akarnya tumbuh di hati dunia,
 Daun berseri Laksmi mengarang;
 Biarpun ia diabaikan orang,
 Seroja kembang gemilang mulia.
 Teruslah, O Teratai Bahagia
 Berseri di kebun Indonesia,
 Biar sedikit penjaga taman.
 Biarpun engkau tidak dilihat,
 Biarpun engkau tidak diminat,
 Engkau turut menjaga Zaman

Sumber: Waluyo, Herman J. Teori dan Apresiasi Puisi. 1987. Surakarta: Erlangga. dan pelbagai sumber lain

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s