Menantimu

Aku menantimu di ujung waktu,
di persimpangan arah,
dekat warung biasa aku menunggu.
Apa nanti kau kan datang?
Temui senyum yang akan terumbar,
dengarkan sapa penuh pujian,
apa akan datang?

Sisi-sisi jalan sudah tak ramai,
hanya sesekali lampu berpendar…
yang ada hanya bayanganmu,
bayang wajahmu,
terbias pada setiap insan
yang muncul dari ujung jalan.

Sudah terlalu sepi,
terlalu sepi juga untuk berkabar
kalau aku menunggu.
Sebab ini menjadi hampa,
meski aku menahan senyuman,
menggoda harapan,
menampik kekecewaan,
meski kau miliki alasan.

Ah, kau tak datang…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s