Si Jelita

Ada yang merangkai bunga di hari sabtu,
ada yang sedang melukis pagi dalam kalbu..
O… Indahnya kala surya menimang-nimang cahaya,
bayangan terus berjatuhan,
rindu terus berdatangan,
dan
senja tertahan di kejauhan,
nikmati syair dalam keteduhan..
Ada yang hampir lupa,
kalau ada yang menunggu.
Penuh cibir kesal,
cerewet yang syahdu,
si jelita nun jauh disana,
Itu yang dia rindu.
O… Adakah dengkur ini pertanda mimpi,
mimpi tentang buah kesemak yang jatuh di hati,
atau hanya lelah setelah memuja penuh simpati,
hingga senyuman menghiasi si-yang-masih-terlelap ini.
Hei, basuhlah segera,
siap jemput si jelita…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s