Air Mata yang Dibeli

Untuk yang terjatuh,
yang patah bagai ranting,
kering, hampa, tanpa harap.

Waktu hanya mendulang luka,
menyita suka, dalam siksa.
Benarkah angin hanya sejuk sementara?
Atau, hanya sesaat jadi tajuk berita?

Ada sesaat hadir terpampang,
terlahir dalam lumbung-lumbung acara.
Lalu, entah…
Bagimu bukanlah tangis mereka lagi,
air mata bukan rasa duka,
namun ‘bukti’ luka,
‘bukti’ yang terbeli…
untuk menjual rasa di sana…

Ooh, bukan isak tangis itu,
bukan sesak nafas itu,
bukan yang itu…
jangan yang itu…
Kembalikan tangis itu,
agar aku tak salah menyirami emosiku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s