Untukmu

Saat aku melihat senyummu…
aku melihat sebuah ciuman,
bersembunyi di dalamnya.
Bila kau tertawa…
aku mendengar kata cinta,
tersirat di setiap gelaknya.
Dan bilamana dirimu diam…
aku seperti sepotong kayu ditengah lautan,
Sampai dirimu ada di sepotong senja,
sedang aku melukisnya, dalam malam…
dan kau kembali sebagai rembulan,
terangi sisi-sisi kertasku.

Kembali kau yang bersedih,
aku hanya bagian yang dijatuhi air matamu…
hingga pagi, hanya embun di dindingku,
mencoba sejukkan harimu…

Ada seungkit tatapan di sela-sela waktu,
saat kau menatapku…
aku melihat diriku dalam matamu,
merajuk meminta senyuman…
dan aku hanya tersenyum…
untukmu.

3 Januari 2010, 02:10 AM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s